Pemerintah Indonesia memberikan subsidi dana, insentif pajak, dan sebagainya untuk mendorong pemasangan panel surya, mengurangi beban ekonomi pemasang.
Pilih peralatan yang dapat menahan kondisi ekstrem seperti suhu tinggi, kelembaban tinggi, dan angin kencang, dan lakukan pemeliharaan dan pemeriksaan secara teratur untuk memastikan berjalan dengan stabil.
Perlu mengajukan permohonan ke departemen energi setempat, departemen lingkungan, dan sebagainya. Pemeriksaan mencakup asesmen lingkungan, kelayakan teknis, dan sebagainya.
Menghadapi masalah seperti penyebaran bahan baku yang tersebar, pasokan yang tidak stabil secara musiman, dan biaya pengumpulan dan transportasi yang relatif tinggi.
Jaringan listrik di beberapa daerah sudah tua, mungkin membatasi penyambungan energi bersih, dan perlu diupgrade dan direnovasi untuk meningkatkan kapasitas penerimaan.
Melalui lembaga asesmen ekologis profesional, menganalisis dampak terhadap aliran air, habitat flora dan fauna, keanekaragaman hayati, dan sebagainya.
Menggunakan alat transportasi yang sesuai, seperti helikopter, truk, dan sebagainya, membentuk tim pemasangan profesional, dan merencanakan rencana khusus.
Pertimbangkan siklus pasang surut, besarnya amplitudo pasang surut, geologi dasar laut, ekosistem laut, dan rencana pengembangan sekitarnya.
Harus menguasai pengetahuan energi bersih, standar teknis pemasangan, memiliki kesadaran keamanan, dan kemampuan pemecahan masalah.
Teknologi energi hidrogen di Indonesia masih dalam tahap perkembangan, dan dukungan teknis terutama bergantung pada kerjasama internasional dan lembaga penelitian.